Memiliki rumah sendiri dan bisa hidup tenang tanpa ada gangguan dari sana sini adalah impian semua orang, termasuk orang tua ku. namun nasip kami tak sebagus orang-orang yang berlimpahan uang di luar sana. untuk makan sehari aja kadang tidak cukup apalagi dua orang adik ku masih ada yang bersekolah. aku anak ke tiga dari lima bersaudara, kedua kakak ku sudah berumah tangga, sekarang tinggal aku dan kedua adikku yang menjadi tanggungan orang tua ku sekarang.
Ayah ku hanya seorang pekerja supir toko makanan milik seorang tionghoa, yang bekerjanya seminggu 3 kali, dalam sekali kerja dia hanya menghasilkan 50 ribu, jadi kalau seminggu 3 kali berarti hanya 150 ribu untuk makan seminggu, bayangkan manalah cukup?????????
Dari situ timbul inisiaptip ibuku untuk membantu ayah ku memenuhi keuangan rumah tangga dengan mengikuti pekerjaan BHL ( buruh harian lepas ) yang setengah hari kerjanya hanya 20 ribu, disitu lah tertutupi sedikit" keperluan dapur.
Aku pun tak mau kalah dengan kedua orang tua ku, mereka bekerja otomatis aku juga harus bekerja, dengan bermodalkan tamatan SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ) aku bersaing di luaran yang sangat belum aku ketahui gimana dan harus gimana. setelah aku tamat sekolah aku cari kesana kemari pekerjaan, tapi tak ada juga, sampai beberapa bulan, akhirnya aku menemukan pekerjaan sebagai pelayan di Warung Bakso.
Setelah aku tanya" mereka mengijinkan aku kerja di situ dengan gaji 600 ribu perbulan. rasanya seneeeng banget bisa megang uang segitu dalam satu bulan nanti, selama bekerja disini aku sudah bisa merasakan betapa capeknya untuk mendapatkan uang segitu, dan inilah yang dirasakan orang tua ku selama ini. namun rasa capek ku sia-sia, berharap gaji 600 perbulan ternyata hanya 500 ribu alasan karena aku orang baru, dimana janji yang di ucapkannya pertama kali, kerja dari jam 7 pagi pulang ampir jam 12 malam, dan kadang sampai pukul 1 hanya terbayar dengan 500 ribu, mereka menipu ku.
Namun aku jalani pekerjaan ku selama setengah tahun, dimana gaji ku dalam setengah tahun itu baru dapat 600 ribu. aku gak tahan dengan cara kerjanya yang menyita waktu tidur siang dan malam ku, istirahat ku hanya sekitar 5 jam saja, sungguh lelah.
Setelah aku memutuskan untuk cabut dari kerjaan itu, aku cabut dengan alasan hendak mengikuti les, dan memang aku ingin mengikuti kursus, aku ambil kurusus komputer paket perkantoran yang hanya berkisar 3 bulan saja dengan biaya 500 ribu, dengan gaji yang ku kumpul itulah aku mengikuti kursusnya.
Setelah tamat kursus aku coba daptar lagi di kerjaan lain dan aku dapet pekerjaan sebagai kasir di pemandian kolam renang. di situ gaji ku 600 ribu per bulan dengan kerja dari jam 1 sampai jam 5 tau jam 6, sungguh pekerjaan yang bagus menurut ku, namun kendala yang ku hadapi sangat banyak dimana anak bos ku sering minta uang dengan ku tapi tak aku tak boleh lapor ke orang tuanya, dan dimana lagie kolam renangnya bukan hanya untuk pemandian melainkan untuk berbuat yang aneh".
Setelah 3 bulan ku jalani akhirnya aku keluar dan memutuskan untuk berhenti bekerja.Dan aku hanya dirumah mengerjakan tugas rumah sampai beberapa bulan, terakhir aku ikut orang tua ku bekerja di BHL tuk sekedar cari pengalaman. Dari berat badan 60 kg turun jadi 55 setelah aku mengikuti kerja itu. Orang tua ku kasian melihat ku, dan akhirnya aku di suruh berenti dan cari kerjaan lain. Aku menuruti dan aku ditawarin kerja di Warung Internet oleh sepupu ku. Kami beda bos namun satu teknisi, dan aku bekerja dengan teknisi. Gajiku malah lebih murah yaitu 400 ribu perbulan karena aku bekerja dirumah teknisi tersebut sedangkan sepupu aku bekerja di rumah sewa bosnya makanya dia begaji 450 karena pun dia langsung megang uang kasir.
Nasip ku termasuk baik karena warnet ku berjalan terus sedangkan warnet yang dikerjai opleh sepupu ku pindah karena rumah sewanya maw diambil yang punya, akhirnya dia yang nganggur sedangkan aku lanjut. Disitu ibu dari sepupu ku pun melihat aku kadang terlihat sinis, yah aku sudah tau maksudnya apa. Apalagi setelah aku bisa ngambil kreditan kreta karena kerja ku sekarang juga pindah ke tempat dimana yang namanya angkot untuk masuk kewilayah ini susah, dari pada aku nyewa becak 250 atau 300 prbulan mending aku sakit"an tuk nyewa kreta.denagn kreditan 470 aku bagi 2 dengan ayah ku, dimana aku 350 ayah ku 120 Alhamdulilah kreditan ku sudah hampir setahun.
Setelah 3 bulan kerja gaji ku naik menjadi 450 perbulan tapi sampai hampir setahun ini gaji ku tetap segitu, gak tau kapan naiknya,
kapan ya naiiiiiiiiiknya gaji ku,
:(
kesabaran memang pahit kawan,,percayalah nantinya pasti berbuah manis,,tetap semangat..
BalasHapus